The Interpretation of Murder |
||
|
The Interpretation of Murder Pertaruhan Reputasi Frued Di Balik Pembunuhan Misterius Jed Rubenfeld 12,5 x 19 cm 616 halaman Soft Cover + Flap |
||
|
| ||
| ( Ufuk Press ) |
||
|
Rp. 55 000.00
|
||
| Ask a question about this product | ||
|
Pada 1909, seorang jenius besar, Sigmund Freud—yang pemikirannya tentang tingkah laku manusia, seks, dan psikologi, telah menyulut perdebatan sengit di seluruh dunia—berkunjung ke New York, Amerika untuk menerima penghargaan gelar kehormatan. Bersama Freud, datang juga murid sekaligus saingannya, Carl Jung. Pada hari yang sama, di dalam sebuah penthouse mewah, seorang perempuan cantik hampir bugil, ditemukan terbunuh—dicambuki, disayat-sayat dan lehernya dijerat dengan dasi sutra. Seorang gadis bernama Nora Acton, nyaris menjadi korban kedua pembunuh itu. Saking traumanya, Nora tak dapat mengingat serangan yang menimpanya dan siapa yang menyerangnya. Karena diminta untuk memecahkan kasus ini, Dr. Stratham Younger—seorang dokter Amerika dan pendukung fanatik Freud—memohon bantuan Freud untuk dapat menguak siapa sebenarnya pembunuh itu dengan memulihkan ingatan Nora, gadis yang ternyata masa lalu keluarganya serumit masa lalu Younger. Perburuan pembunuh misterius ini berlangsung di seluruh kota New York, dari ruang dansa yang anggun, Waldrof-Astoria, ke ruang-ruang pertemuan mewah Gramercy Park, melalui lorong-lorong rahasia, ke Chinatown, hingga ke gedung-gedung pencakar langit di Manhattan. Sementara perburuan terus berlangsung, Younger terseret-seret krisis lainnya: ia terjerat cinta Nora Acton, pasien cantiknya, dan ia juga mengetahui ada serangkaian kejadian aneh yang dicurigai untuk menjatuhkan nama baik Freud...
“Thriller yang mengasyikkan... menawan kita sejak awal dengan plot menegangkan, tokoh yang menggoda, dan gagasan yang memukau.” —Matthew Pearl, Penulis The Dante Club
“Rubenfeld berhasil menggabungkan banyak elemen—Freud, Jung, erotisme, Shakespeare, pembunuhan, misteri, kegilaan, dan tokoh-tokoh yang sangat memukau—menjadi bacaan yang mengasyikkan.” —Book Reporter
“Padat, provokatif, dan mengesankan…” —Kirkus Reviews |
||
|
|
||




