Pengabdian Mahasiswa STIK '83 ke Masyarakat Aceh Utara, Fokus Mitigasi Bencana dan Edukasi Pelajar


Aceh Utara — Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Angkatan ke-83 melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat di wilayah terdampak bencana Kabupaten Aceh Utara, Rabu (11/2/2026). Kegiatan ini mencakup mitigasi pasca-bencana, sinkronisasi data sektoral, trauma healing bagi korban, serta program edukatif “PTIK Saweu Sikula” dan sosialisasi bahaya narkoba di SMAN 1 Lhoksukon.

Sejak pagi, para mahasiswa turun langsung ke titik-titik terdampak untuk melakukan pemetaan risiko lanjutan serta memantau kondisi wilayah. Mereka juga memberikan edukasi singkat kepada warga mengenai protokol keselamatan dan jalur evakuasi, sembari melakukan pendataan korban secara manual dan digital. 

Pendekatan yang digunakan mengedepankan sisi humanis, dengan perhatian tidak hanya pada kerusakan fisik, tetapi juga kondisi psikologis masyarakat.

Kegiatan berlanjut dengan koordinasi di Kantor Dinas Sosial setempat. Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa STIK memaparkan hasil temuan lapangan untuk disinkronkan dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Sinkronisasi ini bertujuan memastikan distribusi bantuan logistik berjalan tepat sasaran serta meminimalkan potensi tumpang tindih bantuan selama masa pemulihan.

Sinergi lintas sektoral juga dilakukan di Kantor Camat melalui audiensi bersama unsur kecamatan dan perangkat desa. Pembahasan meliputi validasi data korban dan kerusakan, penguatan rencana kontinjensi berbasis komunitas, serta evaluasi situasi ketertiban umum agar tetap kondusif selama masa pemulihan pasca-bencana.

Selain fokus pada aspek teknis, mahasiswa STIK Angkatan 83 juga menghadirkan program trauma healing bagi warga terdampak, khususnya anak-anak dan lansia. Melalui permainan edukatif, sesi bercerita, dan pendampingan psikososial sederhana, suasana yang semula dipenuhi kecemasan berangsur lebih hangat dan penuh semangat.

Di sektor pendidikan, kegiatan dilanjutkan melalui program “PTIK Saweu Sikula” di SMAN 1 Lhoksukon. Para siswa mendapatkan motivasi tentang kedisiplinan, wawasan karier, serta pemahaman lebih dekat tentang peran kepolisian. Pada kesempatan yang sama, mahasiswa juga memberikan sosialisasi bahaya narkoba kepada ratusan pelajar, menekankan pentingnya menjaga diri dari pengaruh negatif peredaran gelap narkotika.

Ketua Sindikat 8,  Iptu Janiar Arsyadilah Lintang didampingi Iptu Rizki Ali Akbar bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat.

“Kami hadir bukan hanya untuk membantu pemetaan dan koordinasi penanganan pasca-bencana, tetapi juga untuk memberi dukungan moril kepada masyarakat serta membekali generasi muda dengan pengetahuan agar terhindar dari bahaya narkoba. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk selalu hadir, peduli, dan bekerja bersama masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan pasca-bencana sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat di Aceh Utara.