Pemerintah Australia baru saja mengeluarkan kebijakan yang sangat mengejutkan dan menuai banyak kritik. Mereka resmi melarang semua warga negara yang memegang paspor Iran untuk masuk ke wilayah Australia, kecuali dalam kasus-kasus sangat khusus yang harus mendapatkan izin tertulis terlebih dahulu dari otoritas terkait.
Langkah drastis ini diambil sebagai respon langsung terhadap meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan juga terkait dengan pertimbangan keamanan nasional. Pemerintah Australia menyatakan bahwa kebijakan ini bersifat "sementara" dan akan terus ditinjau sesuai perkembangan situasi di lapangan.
Namun, keputusan ini langsung mendapat kecaman keras dari berbagai pihak, termasuk organisasi hak asasi manusia, kelompok masyarakat sipil, dan bahkan beberapa politisi di dalam negeri sendiri. Mereka menilai bahwa larangan ini bersifat diskriminatif, tidak adil, dan bisa berdampak sangat buruk bagi ribuan warga Iran yang memiliki keperluan mendesak—seperti urusan keluarga yang sakit, pendidikan, atau pekerjaan—yang harus terhambat hanya karena kewarganegaraan mereka. Banyak yang khawatir kebijakan ini justru akan memicu ketegangan baru dan mempersulit hubungan diplomatik antarnegara.
Sumber: RMOL.ID, 27 Maret 2026
