Dongeng : Ayam dan Ikan Tongkol


 

Raja bangsa ayam bernama Kukuru Raja dan raja bangsa ikan tongkol bernama Halili bersahabat karib dan sering bermain bersama. Kukuru suka mengajak Halili ke daratan. Begitu pula dengan Halili, ia sering mengajak Kukuru bermain ke laut.


Suatu hari, Kukuru mengajak Halili ikut pesta dansa di kampung nelayan. “Yuk, ikutan pesta dansa. Di sana banyak makanan lezat dan pertunjukan tari,” ajak Kukuru.


Halili pun tertarik dengan ajakan sahabatnya. “Baiklah, aku akan ikut. Pasti menyenangkan ikut pesta dansa,” sahut Halili.


Keesokan harinya, ketika senja menjelang, mereka sudah tiba di tepi pantai. Semua ikan tongkol dan ayam pergi bersama menuju pesta. Halili berpesan kepada Kukuru agar memberi tahu jika waktu fajar telah tiba. Jika tidak, bangsa manusia akan menyantap mereka.


Pesta pun berlangsung dengan meriah. Mereka menikmati suasana pesta. Karena kekenyangan, mereka pun tertidur lelap hingga melewati waktu fajar. Semua ikan tongkol ditangkap oleh nelayan di pagi hari. Halili merasa kesal karena Kukuru yang tidak menepati janji. Ia mengutuk bangsa ayam menjadi buta di malam hari. Ia juga bersumpah akan memakan semua ayam yang datang ke laut. Persahabatan pun menjadi permusuhan. Mungkin itulah sebabnya mengapa nelayan sangat mudah memancing tongkol dengan umpan bulu ayam


sumber : blog.tempoinstitute.com