Kasus penyiraman air keras yang sempat heboh kembali memunculkan fakta baru yang mengejutkan. Pihak kepolisian mengumumkan bahwa foto wajah yang beredar luas di media sosial dan diklaim sebagai wajah pelaku ternyata bukan foto asli, melainkan hasil buatan atau rekayasa menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Hal ini membuat penyelidikan menjadi lebih rumit karena informasi yang beredar justru menyesatkan dan mengaburkan jejak asli pelaku. Polisi meminta masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya dan menunggu hasil resmi dari penyidik agar proses hukum bisa berjalan lancar menuju penyelesaian yang adil.
Sumber: Berita Polisi, 17 Maret 2026
