Vaksinasi seringkali dianggap sebagai hal yang hanya penting dan wajib dilakukan saat masa kanak-kanak. Banyak orang dewasa beranggapan bahwa sekali mereka mendapatkan vaksin saat kecil, perlindungannya akan bertahan seumur hidup. Namun, fakta medis mengatakan sebaliknya. Perlindungan yang diberikan oleh vaksin yang diterima saat kecil dapat menurun efektivitasnya seiring berjalannya waktu. Selain itu, seiring bertambahnya usia, sistem kekebalan tubuh kita juga mengalami perubahan dan kita menjadi lebih rentan terhadap berbagai penyakit serius yang sebenarnya bisa dicegah dengan vaksin.
Sebagai contoh, vaksin influenza atau flu sangat disarankan untuk semua orang dewasa setiap tahunnya. Virus flu terus bermutasi dan berubah setiap musim, sehingga vaksin pun diperbarui untuk melawan jenis virus yang paling umum terjadi tahun itu. Vaksin ini sangat penting terutama bagi orang dewasa yang memiliki kondisi kesehatan kronis seperti asma, diabetes, penyakit jantung, atau mereka yang berusia di atas 65 tahun, karena kelompok ini memiliki risiko lebih tinggi terkena komplikasi parah akibat flu.
Selain flu, vaksin pneumonia juga sangat disarankan, khususnya untuk orang dewasa yang berusia di atas 65 tahun dan mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Pneumonia bisa menjadi penyakit yang sangat berbahaya dan bahkan mematikan bagi lansia. Vaksin lain yang perlu diperbarui atau didapatkan oleh orang dewasa antara lain adalah vaksin hepatitis B, terutama bagi mereka yang berisiko terpapar darah atau cairan tubuh, serta vaksin tetanus, difteri, dan pertussis (Tdap) yang sebaiknya diperbarui setiap 10 tahun sekali. Bagi wanita, vaksin HPV juga sangat penting untuk mencegah kanker leher rahim, dan bisa diberikan hingga usia dewasa.
Ahli kesehatan menekankan bahwa menjaga imunitas melalui vaksinasi adalah bagian penting dari perawatan kesehatan seumur hidup, bukan hanya untuk anak-anak. Setiap orang dewasa disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter mereka untuk meninjau riwayat vaksinasi mereka. Dokter akan membantu menentukan vaksin apa saja yang dibutuhkan berdasarkan usia, kondisi kesehatan, gaya hidup, dan faktor risiko masing-masing individu. Jangan tunggu sampai sakit atau terkena penyakit yang bisa dicegah, karena pencegahan selalu lebih baik dan lebih murah daripada pengobatan.

