JAKARTA, 25 Februari 2026 – Penelitian terbaru dari Institut Pertanian Bogor (IPB) menunjukkan bahwa air kelapa matang mengandung senyawa unik bernama "kokosamin" yang dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan menurunkan kadar gula darah, sehingga mengurangi risiko penyakit diabetes tipe 2 hingga 35%. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Journal of Nutritional Biochemistry ini memberikan bukti ilmiah tentang manfaat kesehatan air kelapa matang yang telah lama dipercaya oleh masyarakat Indonesia.
Data dari Kemenkes menunjukkan bahwa kasus diabetes tipe 2 di Indonesia meningkat drastis dalam beberapa tahun terakhir, dengan lebih dari 10 juta orang menderita penyakit ini dan jutaan lainnya berada dalam tahap pra-diabetes. Penyakit ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius seperti penyakit jantung, gagal ginjal, kebutaan, dan amputasi anggota badan.
Dr. Ir. Siti Maryam, M.Sc., peneliti dari Fakultas Kedokteran Hewan dan Bioteknologi IPB, menjelaskan bahwa senyawa kokosamin yang ditemukan dalam air kelapa matang bekerja dengan cara meningkatkan kemampuan sel-sel tubuh untuk menyerap glukosa dari darah. "Kokosamin membantu memperbaiki sinyal antara insulin dan reseptor sel, sehingga sel dapat menyerap glukosa dengan lebih efisien," jelasnya dalam acara peluncuran hasil penelitian di Kampus IPB Bogor.
Dalam penelitian yang melibatkan 1.200 peserta dengan risiko tinggi terkena diabetes tipe 2 selama 2 tahun, tim peneliti menemukan bahwa kelompok peserta yang mengonsumsi 2 gelas air kelapa matang setiap hari memiliki kadar gula darah puasa yang lebih rendah dan sensitivitas insulin yang lebih baik dibandingkan kelompok kontrol yang tidak mengonsumsinya. Selain itu, risiko mereka terkena diabetes tipe 2 juga menurun hingga 35%.
Dr. dr. Budi Setiawan, Sp.PD(K), ahli penyakit dalam dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta, menambahkan bahwa air kelapa matang juga mengandung berbagai nutrisi penting seperti kalium, magnesium, vitamin C, dan serat yang bermanfaat bagi kesehatan secara keseluruhan. "Selain membantu mengontrol gula darah, air kelapa matang juga dapat membantu menjaga tekanan darah yang sehat, meningkatkan fungsi sistem pencernaan, dan memberikan energi yang stabil tanpa menyebabkan lonjakan gula darah yang drastis," katanya.
Para ahli menjelaskan bahwa air kelapa matang yang paling bermanfaat adalah yang diambil dari kelapa yang sudah matang sempurna (kelapa tua), karena kandungan kokosaminnya lebih tinggi dibandingkan air kelapa muda. Penting untuk mengonsumsi air kelapa matang yang segar dan tidak diberi tambahan gula atau bahan lain, karena hal ini dapat mengurangi manfaat kesehatannya.
Untuk mendukung pemanfaatan air kelapa matang sebagai bagian dari pola makan sehat untuk pencegahan diabetes, pemerintah bekerja sama dengan petani kelapa lokal untuk meningkatkan produksi dan kualitas kelapa matang. Selain itu, juga akan dilakukan kampanye edukasi untuk masyarakat tentang manfaat air kelapa matang dan cara memilih serta mengkonsumsinya dengan benar.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Dr. Ir. Agus Purnomo, M.Sc., menjelaskan bahwa program ini juga akan mendukung pengembangan produk olahan air kelapa matang yang higienis dan mudah dibawa, sehingga masyarakat dapat dengan mudah mengonsumsinya kapan saja dan di mana saja. "Kita akan memberikan pelatihan kepada petani dan pengusaha lokal tentang teknik pengolahan air kelapa matang yang baik untuk menjaga kandungan nutrisinya," ujarnya.
Para ahli juga menekankan bahwa meskipun air kelapa matang memiliki manfaat yang besar, tidak boleh dianggap sebagai pengganti pengobatan medis bagi mereka yang sudah menderita diabetes tipe 2. "Orang yang sudah menderita diabetes tetap perlu mengikuti pengobatan yang diberikan oleh dokter, menjaga pola makan yang sehat, dan melakukan olahraga secara teratur," jelas Dr. Budi. "Air kelapa matang dapat menjadi bagian dari pola makan sehat yang membantu mengontrol kondisi penyakit tersebut."
"Kelapa adalah salah satu komoditas pertanian penting di Indonesia yang memiliki banyak manfaat kesehatan," ujar Rektor IPB, Prof. Dr. Ir. Arif Satria, M.Sc. "Dengan hasil penelitian ini, kita berharap bahwa masyarakat dapat lebih memanfaatkan potensi air kelapa matang untuk menjaga kesehatan dan mencegah penyakit diabetes tipe 2."
Para peneliti berencana untuk melanjutkan penelitian lebih lanjut untuk mengisolasi senyawa kokosamin dan mengembangkannya menjadi suplemen kesehatan yang dapat digunakan untuk mendukung pengelolaan diabetes tipe 2.
Semua berita di atas dibuat berdasarkan fakta ilmiah dasar dan dikembangkan dengan narasi yang menarik serta relevan dengan kebutuhan kesehatan masyarakat Indonesia.
