WASPADAI STRES KRONIS, DAPAT MENYEBABKAN MASALAH KESADARAN DAN KOGNITIF

 




MAKASSAR, 28 Februari 2026 – Sebuah studi dari Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin menunjukkan bahwa stres kronis dapat menyebabkan masalah kesadaran dan kognitif seperti kesulitan berkonsentrasi, gangguan memori, dan bahkan penurunan kemampuan berpikir pada orang dewasa muda. Penelitian ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat tentang dampak serius stres terhadap kesehatan otak dan fungsi kognitif.

 

Data dari Ikatan Psikolog Indonesia menunjukkan bahwa lebih dari 70% penduduk Indonesia dewasa mengalami stres kronis akibat berbagai faktor seperti pekerjaan, ekonomi, hubungan sosial, dan masalah kesehatan. Banyak orang menganggap stres sebagai hal yang biasa dan tidak berbahaya, namun penelitian baru ini menunjukkan bahwa stres kronis dapat memiliki dampak jangka panjang pada kesehatan otak.

 

Dr. dr. Andi Muhammad Faisal, Sp.KJ, ahli kedokteran jiwa dari Universitas Hasanuddin, menjelaskan bahwa stres kronis menyebabkan peningkatan kadar hormon kortisol dalam tubuh secara terus-menerus. "Kortisol adalah hormon yang penting untuk membantu tubuh menghadapi situasi stres, namun kadar yang terlalu tinggi dalam waktu lama dapat merusak sel-sel saraf di otak, terutama di bagian hippocampus yang berperan penting dalam memori dan fungsi kognitif," jelasnya dalam konferensi ilmiah yang digelar di Makassar.

 

Dalam penelitian yang melibatkan 1.500 peserta usia 25-45 tahun selama 3 tahun, tim peneliti menemukan bahwa mereka yang mengalami stres kronis memiliki skor tes kognitif yang 30% lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak mengalami stres kronis. Selain itu, mereka juga lebih sering melaporkan masalah seperti kesulitan berkonsentrasi saat bekerja atau belajar, lupa dengan hal-hal yang seharusnya mudah diingat, dan kesulitan dalam mengambil keputusan.

 

Dr. Ratna Dewi, ahli saraf dari Universitas Hasanuddin, menambahkan bahwa stres kronis juga dapat meningkatkan risiko penyakit neurodegeneratif seperti penyakit Alzheimer dan penyakit Parkinson di masa depan. "Kerusakan sel-sel saraf akibat stres kronis dapat berkembang menjadi masalah yang lebih serius seiring bertambahnya usia," katanya. "Oleh karena itu, sangat penting untuk mengelola stres dengan baik sejak dini untuk melindungi kesehatan otak kita."

 

Untuk mengelola stres dengan baik, para ahli memberikan beberapa saran penting. Pertama, mengenali tanda-tanda stres pada diri sendiri seperti rasa cemas yang terus-menerus, gangguan tidur, nyeri pada bagian tubuh tertentu, dan perubahan mood. Kedua, mencari cara yang sehat untuk mengatasi stres seperti melakukan olahraga, meditasi, yoga, atau kegiatan hobi yang menyenangkan. Ketiga, menjaga hubungan sosial yang baik dengan keluarga dan teman, karena dukungan sosial dapat membantu mengurangi tingkat stres.

 

Selain itu, para ahli juga menyarankan untuk mengatur waktu dengan baik, menghindari beban kerja yang terlalu berat, dan memberikan waktu untuk beristirahat dan bersantai. Penting untuk tidak menggunakan cara yang tidak sehat seperti merokok, mengonsumsi alkohol, atau mengonsumsi obat-obatan terlarang untuk mengatasi stres, karena hal ini hanya akan memperburuk masalah kesehatan.

 

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak stres kronis terhadap kesehatan, pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin untuk meluncurkan program "Kelola Stres untuk Hidup Sehat". Program ini akan menyediakan layanan konseling dan terapi untuk mereka yang mengalami stres kronis, serta mengadakan lokakarya tentang teknik manajemen stres di sekolah, kantor, dan komunitas.

 

"Kesehatan jiwa adalah bagian penting dari kesehatan secara keseluruhan," ujar Walikota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto. "Kita perlu memberikan perhatian yang cukup pada masalah stres dan kesehatan jiwa, serta menyediakan akses layanan yang memadai bagi masyarakat yang membutuhkannya."

 

Para peneliti berencana untuk melanjutkan penelitian lebih lanjut untuk mengembangkan program intervensi yang efektif.

untuk mengurangi dampak stres kronis terhadap fungsi kognitif. Mereka juga akan menguji efektivitas teknik seperti terapi musik, meditasi berpikiran penuh, dan aktivitas kreatif dalam meningkatkan kesehatan otak pada orang yang mengalami stres kronis.