PALEMBANG, 3 Maret 2026 – Penelitian dari Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya menunjukkan bahwa melakukan olahraga ringan secara teratur setiap hari dapat mengurangi risiko penyakit ginjal kronis hingga 40%. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nephrology Dialysis Transplantation ini menjadi bukti bahwa aktivitas fisik yang sederhana dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan ginjal.
Data dari Kemenkes menunjukkan bahwa penyakit ginjal kronis merupakan salah satu masalah kesehatan yang semakin meningkat di Indonesia, dengan lebih dari 2 juta orang menderita penyakit ini dan ribuan orang membutuhkan dialisis setiap tahunnya. Biaya pengobatan penyakit ginjal kronis juga menjadi beban besar bagi masyarakat dan sistem kesehatan negara.
Dr. dr. Ahmad Fauzi, Sp.N(K), ahli penyakit ginjal dari Universitas Sriwijaya, menjelaskan bahwa ginjal memiliki peran penting dalam menyaring limbah dan cairan dari dalam tubuh, serta mengatur kadar zat-zat penting seperti kalium dan natrium dalam darah. "Penyakit ginjal kronis terjadi ketika fungsi ginjal menurun secara perlahan selama bertahun-tahun, dan seringkali tidak menunjukkan gejala hingga tahap lanjut," jelasnya dalam acara penyuluhan kesehatan di Rumah Sakit Universitas Sriwijaya Palembang.
Dalam penelitian yang melibatkan 3.500 peserta dewasa selama 5 tahun, tim peneliti menemukan bahwa mereka yang melakukan olahraga ringan seperti jalan cepat, bersepeda, atau senam setiap hari selama minimal 30 menit memiliki risiko penyakit ginjal kronis 40% lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak aktif secara fisik. Selain itu, olahraga juga terbukti dapat memperlambat perkembangan penyakit ginjal pada mereka yang sudah memiliki masalah ginjal ringan.
Dr. Siti Nurhayati, ahli kedokteran olahraga dari Universitas Sriwijaya, menjelaskan bahwa olahraga ringan memberikan manfaat bagi kesehatan ginjal melalui beberapa mekanisme. "Olahraga membantu meningkatkan sirkulasi darah ke ginjal, sehingga meningkatkan kemampuan ginjal untuk menyaring limbah," katanya. "Selain itu, olahraga juga membantu menjaga berat badan yang sehat, mengontrol tekanan darah dan kadar gula darah, yang semuanya merupakan faktor risiko utama untuk penyakit ginjal kronis."
Beberapa jenis olahraga ringan yang disarankan untuk menjaga kesehatan ginjal antara lain jalan cepat selama 30-45 menit, bersepeda santai, senam kelompok, berenang, atau melakukan aktivitas fisik lainnya yang menyenangkan dan dapat dilakukan secara teratur. Penting untuk tidak melakukan olahraga yang terlalu intensif atau berat, karena dapat menyebabkan stres pada ginjal, terutama pada mereka yang sudah memiliki masalah ginjal.
Untuk mendorong masyarakat melakukan olahraga ringan secara teratur, pemerintah Provinsi Sumatera Selatan meluncurkan program "Gerak Sehat untuk Ginjal Sehat". Program ini akan menyediakan fasilitas olahraga umum seperti jalur jalan cepat, lapangan senam, dan sepeda umum di berbagai kota di Provinsi Sumatera Selatan. Selain itu, juga akan diadakan kelas olahraga ringan secara rutin di puskesmas dan tempat-tempat umum.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, dr. Ruslan, M.Kes, menjelaskan bahwa program ini juga akan memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan ginjal melalui gaya hidup sehat. "Kita akan mengajak masyarakat untuk mulai melakukan olahraga ringan setiap hari, serta menjaga pola makan yang sehat dengan mengurangi konsumsi garam dan makanan olahan," ujarnya. "Selain itu, kita juga akan mengimbau masyarakat untuk melakukan pemeriksaan fungsi ginjal secara rutin, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko seperti tekanan darah tinggi dan diabetes."
Para ahli juga menekankan bahwa penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai program olahraga baru, terutama bagi mereka yang sudah memiliki masalah kesehatan atau sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu. "Dokter dapat memberikan saran tentang jenis dan intensitas olahraga yang sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing orang," jelas Dr. Fauzi. "Dengan melakukan olahraga yang tepat dan secara teratur, kita dapat melindungi kesehatan ginjal dan meningkatkan kualitas hidup kita."
