MEDAN, 9 Maret 2026 – Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM) telah menyetujui penggunaan vaksin baru untuk mencegah penyakit kulit jamur yang sering disertai infeksi bakteri. Vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi lokal PT Biofarma bersama dengan tim peneliti dari Universitas Sumatera Utara (USU) terbukti efektif hingga 85% dalam mencegah infeksi jamur dan bakteri pada kulit, serta aman digunakan untuk semua kelompok usia mulai dari 6 bulan hingga lansia.
Data dari Kemenkes menunjukkan bahwa penyakit kulit jamur merupakan salah satu masalah kesehatan kulit yang paling umum di Indonesia, terutama di daerah dengan iklim tropis dan lembab seperti Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Setiap tahun, lebih dari 2 juta kasus penyakit kulit jamur dilaporkan di seluruh Indonesia, dan sebagian besar kasus disertai infeksi bakteri sekunder yang dapat menyebabkan komplikasi serius seperti selulitis dan sepsis.
Dr. dr. Riza Patria, Sp.KK(K), ahli penyakit kulit dari USU, menjelaskan bahwa penyakit kulit jamur seperti kurap, panu, dan kudis seringkali sulit diobati dan mudah kambuh karena resistensi terhadap obat-obatan yang umum digunakan. "Virus jamur dan bakteri yang menyebabkan penyakit kulit memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat, sehingga obat-obatan yang dulu efektif terkadang tidak lagi memberikan hasil yang optimal," jelasnya dalam peluncuran vaksin di Rumah Sakit Haji Adam Malik Medan.
Vaksin baru ini bekerja dengan cara meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk mengenali dan melawan mikroba penyebab penyakit kulit jamur dan bakteri. Dalam uji klinis yang melibatkan lebih dari 10.000 peserta di berbagai daerah Indonesia, vaksin ini terbukti dapat mengurangi risiko terinfeksi penyakit kulit jamur hingga 85% dan mengurangi risiko infeksi bakteri sekunder hingga 90%. Selain itu, vaksin ini juga terbukti dapat mempercepat penyembuhan pada mereka yang sudah terinfeksi.
Dr. Siti Aminah, peneliti utama dari USU, menambahkan bahwa vaksin ini dibuat dari komponen alami yang aman dan tidak menimbulkan efek samping yang serius. "Efek samping yang paling umum adalah nyeri ringan pada tempat suntikan dan sedikit demam dalam waktu 1-2 hari, yang dapat diatasi dengan mudah," katanya. "Kita telah melakukan uji klinis yang sangat ketat untuk memastikan keamanan dan efektivitas vaksin ini sebelum mendapatkan persetujuan dari BPOM."
Untuk mempermudah akses masyarakat, pemerintah telah menyertakan vaksin ini dalam program imunisasi dasar di daerah-daerah dengan kasus penyakit kulit jamur yang tinggi. Selain itu, vaksin juga dapat diperoleh secara swasta di apotek dan fasilitas kesehatan dengan resep dokter. Harga vaksin ditetapkan pada tingkat yang terjangkau, dengan dukungan subsidi dari pemerintah untuk kelompok masyarakat kurang mampu.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, dr. Edi Rusdianto, M.Kes, menjelaskan bahwa penyebaran vaksin ini akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari daerah-daerah dengan kasus terbanyak. "Kita akan melakukan kampanye imunisasi massal di sekolah-sekolah, puskesmas, dan tempat-tempat umum untuk memastikan bahwa sebanyak mungkin orang mendapatkan perlindungan dari penyakit ini," ujarnya. "Selain itu, kita juga akan meningkatkan edukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan kulit dan lingkungan untuk mencegah penyebaran penyakit kulit jamur."
Para ahli juga menekankan bahwa meskipun vaksin ini sangat efektif, upaya pencegahan tetap sangat penting. Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain menjaga kebersihan kulit dengan mandi secara teratur, menggunakan pakaian yang bersih dan longgar, menghindari berbagi barang pribadi seperti handuk dan pakaian dalam, serta menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah pertumbuhan jamur dan bakteri.
"Vaksin ini adalah langkah besar dalam menangani masalah penyakit kulit jamur yang telah mengganggu masyarakat Indonesia selama bertahun-tahun," ujar Direktur Utama PT Biofarma, Prof. Dr. dr. Honesti Basyir, Apt. "Kita berharap bahwa dengan adanya vaksin ini, angka kasus penyakit kulit jamur dapat menurun secara signifikan dan masyarakat dapat hidup dengan lebih sehat dan nyaman."
