BANDUNG – Rasa nyeri yang mendadak, sendi membengkak, merah, dan terasa panas menyengat. Itulah gambaran serangan asam urat atau gout. Penyakit ini memang sangat menyiksa dan bisa membuat penderitanya tidak bisa bergerak bebas. Banyak mitos beredar bahwa asam urat murni karena salah makan, padahal faktanya lebih kompleks dari itu.
Apa itu Asam Urat?
Asam urat adalah sisa metabolisme zat purin yang seharusnya dibuang oleh tubuh melalui urine. Namun, jika tubuh memproduksi terlalu banyak atau ginjal gagal membuangnya dengan efisien, kadar asam urat akan menumpuk di darah dan membentuk kristal tajam yang menempel di persendian.
Mitos vs Fakta
Mitos: "Jangan makan daging sama sekali kalau tidak mau kena asam urat."
Fakta: Daging memang mengandung purin, tapi tubuh manusia tetap butuh protein. Masalah utamanya bukan hanya asupan, tapi kemampuan ginjal membuang sisa metabolisme tersebut. Orang yang ginjalnya sehat dan rajin minum air putih bisa makan daging tanpa masalah.
Mitos: "Sayuran tinggi purin seperti bayam dan kembang kol dilarang keras."
Fakta: Penelitian terbaru menunjukkan bahwa purin dari tumbuhan tidak meningkatkan risiko serangan asam urat sebanyak purin dari hewan. Jadi, sayuran masih aman dan justru bagus karena mengandung serat.
Makanan yang Harus Dihindari
Meskipun faktor genetik berpengaruh, makanan tetap memegang peranan penting. Pemicu utama serangan asam urat biasanya adalah:
- Jeroan (hati, ampela, usus, otak).
- Daging merah dalam jumlah banyak.
- Makanan laut tertentu seperti kerang, kepiting, sarden, dan teri.
- Minuman manis yang mengandung sirup jagung fruktosa tinggi.
- Alkohol, terutama bir.
Cara Mengatasinya
1. Minum Air Putih yang Banyak: Ini kunci paling utama. Minimal 2-3 liter sehari. Air membantu ginjal menyaring dan membuang kelebihan asam urat lewat urine.
2. Jaga Berat Badan: Orang gemuk cenderung memiliki kadar asam urat lebih tinggi. Menurunkan berat badan secara bertahap dapat menurunkan kadar asam urat secara signifikan.
3. Hindari Dehidrasi: Jangan menahan kencing.
4. Obat-obatan: Saat serangan terjadi, dokter akan memberikan obat pereda nyeri dan anti-radang. Untuk jangka panjang, ada obat yang berfungsi menurunkan produksi asam urat.
