JAKARTA, 24 Maret 2026 – Bank Indonesia kemarin resmi mengumumkan program inovatif bernama "Rupiah Cerdas" yang bertujuan untuk memperkuat nilai tukar mata uang domestik dan meningkatkan penggunaan rupiah dalam transaksi perdagangan internasional. Program ini dirancang sebagai bagian dari upaya jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan pada mata uang asing.
Detail program yang diumumkan Gubernur BI meliputi beberapa poin penting. Pertama, akan diberikan insentif berupa potongan biaya administrasi bagi perusahaan ekspor-impor yang menggunakan rupiah sebagai mata uang dalam transaksi perdagangannya. Insentif ini akan mulai berlaku bulan depan dan berlaku untuk semua jenis produk unggulan Indonesia seperti kopi, kakao, dan produk kreatif. Kedua, BI akan melakukan kolaborasi dengan 12 bank besar domestik untuk memperluas jaringan pembayaran rupiah ke lebih dari 25 negara di dunia.
Ketiga, pihaknya akan meluncurkan aplikasi monitoring nilai tukar yang dapat diakses secara gratis oleh masyarakat. Target utama program ini adalah membawa nilai tukar rupiah menguat ke level Rp 16.600 per dolar AS pada akhir tahun ini. Setelah pengumuman program ini, rupiah langsung menguat menjadi Rp 16.850 per dolar AS pada sesi perdagangan kemarin.
