Dongeng : Dua Gadis dan Ibu Kucing


 

Dahulu, hidup kakak beradik yang D cantik jelita bernama Sulung dan Bungsu. Tidak seorang pun tahu, ibu mereka adalah seekor kucing. Padahal, banyak pemuda yang tertarik dengan mereka.


Suatu hari, datang dua pemuda yang ingin meminang Sulung dan Bungsu. Sebelum menikah, Sulung dan Bungsu menyuruh mereka untuk meminta restu kepada ibunya. Kedua gadis itu kemudian memanggil ibu mereka yang sejak tadi belum menemui dua pemuda itu.


Betapa terkejutnya kedua pemuda itu ketika yang muncul adalah seekor kucing. Mereka tidak bisa menerima ibu Sulung dan Bungsu yang ternyata seekor kucing. Akhirnya, mereka membatalkan lamaran. Mereka tidak mau memiliki ibu mertua seekor kucing. Sulung dan Bungsu begitu malu dan kecewa. Mereka menyesal memiliki ibu seekor kucing. Akhirnya, mereka berpikir untuk mencari ibu baru yang lebih pantas.


“Maukah kau menjadi ibu kami?” pinta mereka pada Matahari. Namun, Matahari menolak. Matahari tidak sehebat yang mereka kira. Matahari akan terhalang saat awan datang. Maka, Sulung dan Bungsu pun menemui awan. Mereka berharap, awan mau menjadi ibu mereka.


“Aku tidak bisa menjadi ibu kalian,” tolak Awan. Ia akan terhempas ke gunung jika angin datang. Lalu, gunung akan menghalanginya. Akhirnya, Sulung dan Bungsu pergi mencari Gunung. Ternyata, Gunung pun menolak. Meskipun Gunung bertubuh besar, di tubuhnya banyak lubang. Tikuslah yang melubanginya. Sulung dan Bungsu akhirnya pergi mencari rumah Tikus.


Mereka masih tetap berharap dapat menemukan seorang ibu yang hebat untuk mereka. Mereka berhasil menemukan Tikus. Tetapi, tikus pun ternyata menolak. “Aku saja bisa dimakan kucing,” ucap Tikus. Tikus yang mereka anggap kuat, ternyata takut pada seekor kucing. Setelah itu barulah Sulung dan Bungsu sadar. Ternyata ibu merekalah yang paling hebat. Mereka sangat bersalah pada sang ibu. Sulung dan Bungsu sadar, lalu menyayangi ibunya untuk selama- lamanya.


sumber : blog.tempoinstitute.com