Alkisah, hiduplah seekor Kancil yang terkenal cerdik sedang berjalan di hutan dan merasa lapar. Di seberang sungai, terdapat ladang timun yang subur. Namun, sungai itu dipenuhi dengan buaya yang ganas.
Kancil berpikir cepat dan mendekati para buaya. “Hai buaya-buaya, aku diperintahkan Raja Hutan untuk menghitung jumlah kalian karena Raja ingin mengadakan pesta besar,” kata Kancil dengan percaya diri. Buaya yang penasaran setuju dan berbaris di sepanjang sungai.
Kancil mulai melompati punggung buaya satu per satu sambil berpura-pura menghitung. Setelah sampai di seberang, Kancil tertawa, “Terima kasih, buaya-buaya! Kini aku bisa menikmati timun-timun ini.” Buaya pun sadar bahwa mereka telah ditipu, namun sudah terlambat.
sumber : blog.tempoinstitute.com
