Dongeng : Si Kancil dan Kura - Kura

 



Di sebuah hutan yang rindang, hiduplah berbagai macam hewan, termasuk Si Kancil yang terkenal cerdik dan Kura-Kura yang lambat namun bijaksana. Suatu hari, Si Kancil yang selalu merasa dirinya paling pintar memandang rendah Kura-Kura karena jalannya yang sangat lambat.


Si Kancil sering mengejek Kura-Kura, “Hai, Kura-Kura! Mengapa kamu berjalan begitu lambat? Hidupmu pasti membosankan. Kamu akan kalah dalam segala hal kalau seperti ini!”


Meskipun sering diejek, Kura-Kura tetap tenang dan tidak marah. Namun, suatu hari Kura-Kura berpikir, “Aku harus mengajarkan Kancil sebuah pelajaran agar ia tidak lagi meremehkan hewan lain.”


Dengan hati-hati, Kura-Kura mendekati Si Kancil dan berkata, “Kancil, jika kamu berpikir aku ini lambat, bagaimana kalau kita mengadakan perlombaan? Kita lihat siapa yang bisa mencapai garis finis lebih dulu.”


Si Kancil tertawa terbahak-bahak mendengar tantangan Kura-Kura. “Kura-Kura, kamu serius? Bagaimana mungkin kamu bisa menang melawan aku? Tapi baiklah, aku terima tantanganmu. Besok pagi kita akan berlomba,” jawab Kancil dengan penuh percaya diri.


Keesokan paginya, hewan-hewan hutan berkumpul untuk menyaksikan perlombaan antara Kancil dan Kura-Kura. Mereka semua terkejut mendengar tantangan ini, karena mereka tahu Kancil sangat cepat dan Kura-Kura sangat lambat.


Perlombaan pun dimulai. Begitu suara peluit terdengar, Kancil langsung berlari secepat angin, meninggalkan Kura-Kura jauh di belakang. Namun, setelah berlari cukup jauh, Kancil merasa sangat yakin akan kemenangannya. “Ah, Kura-Kura masih jauh di belakang. Aku pasti menang. Lebih baik aku istirahat dulu,” pikir Kancil.


Kancil pun berbaring di bawah pohon dan tertidur pulas. Sementara itu, Kura-Kura yang meski berjalan lambat, terus melangkah maju tanpa berhenti. Ia tidak tergoda untuk istirahat atau menyerah, meski jalannya sangat lambat. Langkah demi langkah, Kura-Kura terus mendekati garis finish.


Setelah beberapa waktu, Kancil terbangun dan merasa segar kembali. “Oh, sudah waktunya aku menyelesaikan perlombaan ini,” pikir Kancil sambil melompat berdiri. Ia mulai berlari menuju garis finis, yakin bahwa Kura-Kura masih sangat jauh.


Namun, betapa terkejutnya Kancil ketika mendapati Kura-Kura sudah hampir mencapai garis finis. Kancil berlari secepat mungkin, tapi terlambat! Dengan langkah terakhirnya, Kura-Kura melintasi garis finish terlebih dahulu dan memenangkan perlombaan.


Semua hewan bersorak untuk Kura-Kura yang memenangkan perlombaan dengan tekad dan kerja kerasnya. Si Kancil, yang tadinya sangat sombong, merasa malu dan menundukkan kepalanya. Ia akhirnya sadar bahwa meremehkan orang lain hanya karena penampilan atau kecepatan mereka adalah kesalahan besar.


sumber : blog.tempoinstitute.com