Kematian seorang remaja bernama Bertrand Eka Prasetyo akibat luka tembak menjadi perbincangan panas di media sosial Sulawesi Selatan. Insiden bermula ketika pihak kepolisian datang untuk membubarkan kerumunan remaja yang dianggap mengganggu ketertiban umum di sebuah lokasi.
Dalam situasi yang memanas dan penuh kepanikan, terdengar suara tembakan yang kemudian mengenai tubuh Bertrand hingga ia meninggal dunia di tempat. Kejadian ini memicu kemarahan warga dan memunculkan berbagai pertanyaan mengenai penggunaan senjata api dan prosedur penanganan keramaian.
Menanggapi hal ini, Polda Sulawesi Selatan bertindak cepat dengan langsung mengamankan oknum polisi yang diduga melepaskan tembakan untuk diperiksa secara internal dan hukum. Pihak kepolisian juga berjanji akan melakukan penyelidikan secara transparan dan objektif agar keadilan bisa ditegakkan.
*Sumber: Netralnews, 6 Maret
.jpg)