BANDUNG, 20 Maret 2026 – Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh tim ilmuwan dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran menunjukkan bahwa ekstrak alami dari nanas, kunyit, dan minyak sawit merah memiliki potensi besar dalam mengurangi dampak negatif cemaran mikroplastik terhadap kesehatan manusia dan ekosistem. Penelitian yang telah dipublikasikan dalam jurnal internasional Environmental Health Perspectives ini menjadi harapan baru dalam menangani masalah global yang semakin serius akibat meningkatnya penggunaan plastik di seluruh dunia.
Mikroplastik adalah partikel plastik yang berukuran kurang dari 5 milimeter, yang berasal dari pembelahan sampah plastik besar maupun produk-produk yang sengaja dibuat dengan ukuran mikro seperti scrub pada produk kecantikan dan kosmetik. Dalam beberapa tahun terakhir, mikroplastik telah ditemukan di berbagai tempat, mulai dari lautan terdalam hingga saluran pernapasan dan sistem pencernaan manusia. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa paparan mikroplastik dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti peradangan, kerusakan sel, gangguan sistem kekebalan tubuh, dan bahkan risiko kanker.
Tim peneliti yang dipimpin oleh Profesor Dr. dr. Rina Dewi, M.Si, melakukan serangkaian eksperimen laboratorium untuk menguji efek ekstrak alami tersebut terhadap mikroplastik. Dalam penelitiannya, mereka menemukan bahwa senyawa aktif yang terkandung dalam nanas (asetilkolin), kunyit (kurkumin), dan minyak sawit merah (karotenoid dan tokoferol) memiliki kemampuan untuk mengikat partikel mikroplastik dan mencegahnya menempel pada sel-sel tubuh. Selain itu, ekstrak ini juga dapat mengurangi peradangan yang disebabkan oleh paparan mikroplastik dan mempercepat proses pembersihan partikel plastik dari dalam tubuh.
"Kami terkejut dengan hasil penelitian ini," ujar Profesor Rina dalam konferensi penelitian yang digelar di kampus Universitas Padjadjaran. "Ekstrak alami ini tidak hanya efektif dalam mengurangi dampak mikroplastik pada sel-sel tubuh manusia, tetapi juga terbukti aman dan tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya. Hal ini memberikan harapan bahwa kita dapat menemukan solusi alami untuk menangani masalah cemaran mikroplastik yang semakin mengkhawatirkan."
Dalam eksperimen pada hewan uji, tim peneliti menemukan bahwa pemberian ekstrak kombinasi nanas, kunyit, dan minyak sawit merah secara teratur dapat mengurangi jumlah mikroplastik yang menumpuk dalam tubuh hingga 60% dibandingkan dengan kelompok kontrol yang tidak mendapatkan ekstrak tersebut. Selain itu, kelompok yang mendapatkan ekstrak juga menunjukkan penurunan tingkat peradangan dan kerusakan organ, serta peningkatan fungsi sistem kekebalan tubuh.
Dr. Ahmad Fauzi, salah satu anggota tim peneliti, menjelaskan bahwa mekanisme kerja ekstrak alami ini melibatkan beberapa proses. "Senyawa aktif dalam ekstrak ini dapat membentuk lapisan pelindung pada permukaan sel, sehingga mencegah mikroplastik menempel dan merusak sel," katanya. "Selain itu, mereka juga dapat meningkatkan aktivitas enzim yang bertanggung jawab untuk memecah dan menghilangkan partikel mikroplastik dari dalam tubuh. Selain itu, sifat antioksidan dan anti-inflamasi dari ekstrak ini membantu melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas yang dihasilkan akibat paparan mikroplastik."
Meskipun hasil penelitian ini sangat menjanjikan, para ilmuwan mengakui bahwa masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menguji efektivitas ekstrak ini pada manusia dan untuk mengembangkan bentuk formulasi yang dapat digunakan secara luas. "Kita perlu melakukan uji klinis pada manusia untuk memastikan bahwa ekstrak ini aman dan efektif dalam dosis yang tepat," ujar Profesor Rina. "Selain itu, kita juga perlu mencari cara untuk mengoptimalkan kombinasi dan konsentrasi ekstrak agar dapat memberikan manfaat maksimal."
Selain itu, para ahli juga menekankan bahwa penggunaan ekstrak alami ini tidak boleh dianggap sebagai solusi tunggal untuk menangani masalah mikroplastik. "Meskipun ekstrak ini dapat membantu mengurangi dampak negatif mikroplastik pada kesehatan kita, hal yang paling penting adalah kita harus mengurangi penggunaan plastik secara keseluruhan dan meningkatkan upaya daur ulang serta pengelolaan sampah plastik," jelas Dr. Fauzi. "Kita perlu bekerja sama sebagai masyarakat global untuk mengatasi masalah ini dan melindungi lingkungan serta kesehatan kita untuk generasi mendatang."
Penelitian ini juga mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah Jawa Barat dan beberapa perusahaan makanan dan kosmetik lokal yang tertarik untuk mengembangkan produk-produk berbasis ekstrak alami ini. "Kami sangat mendukung penelitian ini dan berharap bahwa hasilnya dapat diaplikasikan dalam pembuatan produk-produk yang bermanfaat bagi masyarakat," ujar Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar. "Kita juga akan terus mendorong pengembangan inovasi dalam bidang kesehatan dan lingkungan untuk menciptakan masa depan yang lebih baik."
