SURABAYA, 18 Maret 2026 – Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya kanker rongga mulut, Universitas Ciputra Surabaya menggelar program edukatif bertajuk "Halo UC Dok" yang menghadirkan sejumlah ahli onkologi dan dokter gigi untuk memberikan informasi serta layanan pemeriksaan awal secara gratis. Program ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang gejala awal, penyebab, serta pentingnya deteksi dini kanker rongga mulut, yang seringkali tidak disadari sehingga menyebabkan diagnosis terlambat dan penanganan yang lebih sulit.
Kanker rongga mulut adalah jenis kanker yang menyerang bagian dalam mulut, seperti lidah, gusi, langit-langit mulut, bibir bagian dalam, dan bagian belakang tenggorokan. Menurut data dari Kemenkes RI, kasus kanker rongga mulut menempati peringkat kelima sebagai jenis kanker yang paling banyak ditemukan di Indonesia, dengan sekitar 15.000 kasus baru setiap tahunnya. Namun, sebagian besar kasus ini baru terdeteksi pada tahap lanjut, ketika penyakit sudah menyebar ke bagian tubuh lain dan sulit untuk diobati.
Profesor Dr. dr. Sri Hartati, Sp.GK(K), ahli onkologi dari Rumah Sakit Onkologi Surabaya, menjelaskan bahwa terdapat beberapa faktor risiko utama yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena kanker rongga mulut. "Merokok, merokok kretek, mengkonsumsi alkohol secara berlebihan, serta kebiasaan mengunyah sirih atau gambir adalah faktor risiko terbesar untuk kanker rongga mulut," jelasnya dalam acara yang digelar di kampus Universitas Ciputra Surabaya. "Selain itu, infeksi virus HPV (Human Papillomavirus), kurangnya konsumsi sayuran dan buah-buahan, serta kondisi gigi dan mulut yang tidak sehat juga dapat meningkatkan risiko penyakit ini."
Gejala awal kanker rongga mulut yang seringkali tidak disadari antara lain luka pada mulut yang tidak sembuh dalam waktu lebih dari dua minggu, benjolan atau pertumbuhan tidak normal di dalam mulut, nyeri atau kesulitan saat menelan atau berbicara, perubahan warna pada selaput lendir mulut (menjadi putih, merah, atau abu-abu), serta hilangnya rasa atau kesemutan pada bagian mulut atau leher. Namun, banyak orang menganggap gejala-gejala ini sebagai masalah kecil yang akan sembuh dengan sendirinya, sehingga tidak segera mencari bantuan medis.
"Deteksi dini sangat penting dalam penanganan kanker rongga mulut," ujar Dr. dr. Budi Santoso, Sp.BM(K), dokter gigi spesialis konservasi dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga. "Jika kanker terdeteksi pada tahap awal, peluang kesembuhan dapat mencapai hingga 90%. Namun, jika terdeteksi pada tahap lanjut, peluang kesembuhan menurun secara signifikan dan pengobatan yang diperlukan juga akan lebih kompleks dan menyakitkan."
Dalam program "Halo UC Dok", masyarakat dapat mendapatkan informasi lengkap tentang kanker rongga mulut dari para ahli, serta melakukan pemeriksaan awal secara gratis oleh dokter gigi dan tenaga kesehatan yang telah dilatih khusus. Pemeriksaan awal meliputi pemeriksaan visual pada bagian dalam mulut, serta tes skrining yang dapat mendeteksi adanya sel-sel abnormal yang berpotensi menjadi kanker. Bagi mereka yang menunjukkan tanda-tanda adanya masalah, akan diberikan rujukan untuk pemeriksaan lebih lanjut dan pengobatan yang sesuai.
Selain itu, program ini juga menyelenggarakan lokakarya tentang cara menjaga kesehatan rongga mulut, seperti cara menyikat gigi yang benar, penggunaan benang gigi, serta pentingnya kunjungan rutin ke dokter gigi setiap enam bulan sekali. "Menjaga kesehatan rongga mulut bukan hanya tentang memiliki gigi yang putih dan sehat, tetapi juga tentang mencegah berbagai penyakit serius seperti kanker," jelas Dr. Budi. "Kita perlu memberikan perhatian yang cukup pada kesehatan mulut kita dan melakukan tindakan pencegahan yang tepat."
Kepala Program Studi Kedokteran Gigi Universitas Ciputra Surabaya, Dr. drg. Lina Wijaya, M.Kes, menjelaskan bahwa tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mencegah dan mendeteksi dini kanker rongga mulut. "Kami ingin mengubah persepsi masyarakat bahwa kunjungan ke dokter gigi hanya dilakukan ketika ada masalah dengan gigi," katanya. "Padahal, pemeriksaan rutin ke dokter gigi juga dapat membantu mendeteksi masalah kesehatan lain yang terkait dengan rongga mulut, termasuk kanker."
Untuk mendukung program ini, Universitas Ciputra Surabaya juga bekerja sama dengan beberapa rumah sakit dan organisasi kesehatan lokal untuk memberikan akses layanan pengobatan yang terjangkau bagi mereka yang terdiagnosis menderita kanker rongga mulut. "Kami menyadari bahwa biaya pengobatan kanker dapat menjadi beban besar bagi banyak keluarga," ujar Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra Surabaya, Profesor Dr. dr. Agus Supriyanto, Sp.P(K). "Oleh karena itu, kami akan berusaha untuk memberikan dukungan dan bantuan kepada mereka yang membutuhkannya, baik dalam bentuk layanan medis maupun bantuan keuangan."
Melalui program seperti ini, diharapkan kesadaran masyarakat tentang kanker rongga mulut dapat meningkat secara signifikan, sehingga lebih banyak kasus dapat terdeteksi dan diobati pada tahap awal. Dengan demikian, angka kesembuhan dapat meningkat dan angka kematian akibat kanker rongga mulut dapat ditekan. "Kesehatan adalah harta yang paling berharga," ujar Profesor Sri Hartati. "Mari kita jaga kesehatan kita dengan baik dan jangan ragu untuk mencari bantuan medis jika mengalami gejala atau keluhan yang tidak biasa."
