Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah perairan antara Maluku Utara dan Sulawesi Utara pada pagi hari Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 06.15 WIB. Menurut analisis BMKG, episentrum gempa berada di koordinat 0,85° Lintang Utara dan 126,70° Bujur Timur, tepat di laut pada kedalaman 25 kilometer, sekitar 180 kilometer barat daya Kota Ternate. Tipe gempa dikategorikan sebagai megathrust, yang merupakan jenis gempa yang terjadi akibat tumbukan lempeng tektonik dan memiliki potensi besar memicu tsunami.
Setelah kejadian, BMKG segera mengeluarkan peringatan dini tsunami melalui sistem peringatan cepat, dengan potensi gelombang tinggi hingga 3 meter di beberapa wilayah pesisir. Wilayah yang menjadi prioritas evakuasi antara lain Kabupaten Halmahera Barat, Halmahera Tengah, Halmahera Utara, serta sebagian pesisir Sulawesi Utara seperti Kabupaten Minahasa Utara dan Kota Bitung. Pemerintah daerah setempat bekerja sama dengan TNI dan Polri untuk menginstruksikan dan membantu evakuasi masyarakat yang tinggal di zona rawan pantai hingga jarak 2 kilometer dari garis pantai.
Hingga pukul 10.00 WIB, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa, namun terdapat informasi bahwa beberapa bangunan di pesisir Halmahera Barat mengalami kerusakan ringan seperti retakan dinding dan jatuhnya atap. Komunikasi di beberapa daerah terpengaruh akibat gangguan sinyal telepon seluler, sementara akses jalan di sebagian wilayah pegunungan Halmahera Tengah terhalang oleh longsoran kecil akibat getaran gempa. BMKG juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap gempa susulan yang mungkin terjadi dan menghindari zona rawan seperti dekat pantai, tebing, dan bangunan yang sudah rusak.
Sumber : Newestindonesia.co.id
