Pascagempa Ngada, Polres Bangun Tenda Belajar agar Siswa SDK Turewudha Tetap Bersekolah


NGADA, Gempa bumi tidak hanya berdampak pada bangunan dan fasilitas warga. Di SDK Turewudha, Desa Waepana I, Kecamatan Soa, Kabupaten Ngada, aktivitas belajar mengajar juga harus beradaptasi dengan kondisi pascabencana.

Untuk memastikan pendidikan tetap berjalan, Kapolres Ngada AKBP Dr. Gede Harimbawa, S.E., S.H., M.H., M.I.Kom., melalui jajaran Polres Ngada, mengerahkan personel untuk menyalurkan bantuan sosial sekaligus membangun tenda kelas darurat bagi para siswa, Selasa (1/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 11.00 wita tersebut dipimpin Kasat Intelkam Polres Ngada IPTU Thomas A. Mere, S.A.P., bersama personel Sat Intelkam Polres Ngada dan Polsek Soa.

Bantuan yang disalurkan berupa biskuit, air mineral, paket bantuan dari Kapolri, serta terpal.

Terpal yang diberikan tersebut selanjutnya dimanfaatkan untuk pembangunan tenda kelas darurat sebagai tempat siswa melaksanakan kegiatan belajar selama kondisi sekolah dan lingkungan sekitar masih dalam masa pemulihan pascagempa.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana, tetapi juga diarahkan untuk mendukung keberlangsungan pendidikan anak-anak.

Tenda Darurat Jadi Ruang Belajar Sementara

Bagi para siswa SDK Turewudha, bencana tidak boleh menjadi alasan terhentinya proses pendidikan. Namun, kondisi pascagempa membuat diperlukan fasilitas belajar sementara yang dapat digunakan dengan aman.

Karena itu, personel Polres Ngada turut membangun tenda kelas darurat di lingkungan sekolah. Tenda tersebut diharapkan menjadi ruang belajar sementara bagi siswa hingga kondisi fasilitas pendidikan dapat kembali normal.

Keberadaan tenda belajar juga diharapkan memberikan rasa aman dan kepastian bagi siswa, tenaga pendidik serta orang tua selama masa pemulihan berlangsung.

Polisi Hadir Mendukung Pemulihan

Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian dan empati Polres Ngada terhadap masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi.

Kehadiran personel kepolisian tidak hanya dalam bentuk pengamanan, tetapi juga melalui dukungan terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk memastikan aktivitas pendidikan tetap mendapatkan perhatian.

Penyediaan fasilitas belajar sementara dinilai penting agar anak-anak tetap memiliki ruang untuk belajar meskipun situasi pascabencana belum sepenuhnya pulih.

Seluruh rangkaian penyaluran bantuan sosial dan pembangunan tenda kelas darurat berlangsung aman, tertib dan lancar serta mendapat respons positif dari pihak sekolah.

Di tengah kondisi pascagempa, terpal yang biasanya hanya menjadi pelindung sementara kini memiliki fungsi yang lebih penting: menjadi atap bagi ruang belajar anak-anak untuk tetap mengejar masa depan.