TEHERAN, 26 MARET 2026 (CHANNEL 9) – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengumumkan bahwa negaranya tidak memiliki rencana untuk bernegosiasi dengan Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik yang sedang berlangsung. Dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Luar Negeri Iran, Araghchi menyatakan bahwa Iran akan terus melanjutkan perlawanan terhadap AS dan Israel.
“Kebijakan kami saat ini adalah melanjutkan perlawanan untuk mempertahankan kedaulatan dan keamanan negara kita,” ujarnya. Pernyataan ini muncul setelah AS mengklaim telah mengirimkan proposal diplomatik berisi 15 poin kepada Iran sebagai upaya mengakhiri konflik. Proposal tersebut mencakup pembatasan ketat terhadap program nuklir dan rudal balistik Iran serta pembukaan kembali Selat Hormuz.
Namun, Araghchi juga menyampaikan bahwa Iran terbuka untuk bernegosiasi dengan negara-negara lain dalam rangka mencapai perdamaian di kawasan Timur Tengah. “Kita siap berbicara dengan negara-negara yang memiliki niat baik untuk membantu mengakhiri konflik dan menjaga stabilitas regional,” tambahnya.
Perwakilan dari organisasi internasional menyatakan bahwa mereka sangat prihatin dengan perkembangan situasi di Timur Tengah. Mereka mengimbau kedua pihak untuk tetap tenang dan mencari solusi damai melalui jalur diplomatik. Dampak konflik juga mulai dirasakan di negara-negara sekitar, seperti kenaikan harga bahan bakar dan gangguan pasokan barang vital.
