KHARTOUM, 27 MARET 2026 (AFP) – Pemerintah Sudan mengumumkan bahwa mereka telah menerima laporan mengenai kekejaman bermotif etnis di kota El-Fasher, yang telah diambil alih oleh kelompok milisi Rapid Support Forces (RSF). Dilaporkan bahwa lebih dari 2.000 warga sipil telah dibantai oleh kelompok tersebut, sebagian besar adalah perempuan, anak-anak, dan lansia.
Presiden Sudan menyampaikan bahwa pemerintah akan melakukan penyelidikan tuntas terhadap peristiwa tersebut dan akan menghadapkan pelaku pada hukum. “Kita tidak akan mentolerir kekerasan terhadap warga sipil tak berdosa. Setiap pelaku akan mendapatkan hukuman yang sesuai,” tegasnya. Organisasi Kemanusiaan Internasional telah mengirimkan tim untuk melakukan penyelidikan dan memberikan bantuan kepada korban.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyampaikan dukacita mendalam atas berita tragis ini dan mengimbau semua pihak untuk segera menghentikan kekerasan. PBB juga telah mengumumkan bahwa mereka akan memberikan bantuan kemanusiaan darurat kepada masyarakat yang terkena dampak konflik di El-Fasher.
Sekitar 260.000 warga sipil terjebak di kota tersebut sebelum jatuh ke tangan RSF, dan sebagian besar dari mereka kini membutuhkan bantuan makanan, air bersih, dan perawatan kesehatan. Beberapa negara telah mengumumkan bahwa mereka siap memberikan kontribusi dalam bentuk bantuan kemanusiaan untuk membantu korban konflik di Sudan.
