PBB Luncurkan Tim Khusus Tangani Krisis Migrasi Global, Target Susun Kerangka Kerja Bersama






 NEW YORK, 25 MARET 2026 (Reuters) – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengumumkan pembentukan tim khusus internasional untuk menangani krisis migrasi global yang semakin kompleks. Tim yang terdiri dari perwakilan dari 20 negara dan ahli dari berbagai lembaga internasional ini akan bertugas mengembangkan kerangka kerja bersama untuk mengelola arus migrasi dengan lebih manusiawi dan terstruktur.

 

Dalam konferensi pers di Kantor Pusat PBB New York, Guterres menyatakan bahwa krisis migrasi tidak dapat diselesaikan oleh satu negara saja. “Kita perlu kerja sama global yang erat untuk mengatasi akar masalah migrasi, seperti konflik, kemiskinan, dan perubahan iklim, serta memastikan perlindungan hak-hak migran,” ujarnya.

 

Perwakilan Amerika Serikat, yang merupakan salah satu anggota tim khusus, menyampaikan bahwa negara tersebut siap memberikan kontribusi dalam bentuk keuangan dan keahlian teknis. Sementara itu, perwakilan dari negara-negara kawasan Afrika menyatakan harapan agar tim ini dapat lebih memperhatikan kondisi migran yang berasal dari negara berkembang.

 

Tim khusus akan fokus pada tiga prioritas utama, yaitu memperkuat kerja sama antara negara asal, negara transit, dan negara tujuan migrasi; meningkatkan sistem perlindungan bagi migran yang dalam kondisi rentan; serta mengembangkan program integrasi yang efektif bagi migran yang menetap di negara tujuan.

 

Para ahli menyatakan bahwa pembentukan tim khusus ini merupakan langkah penting dalam menangani krisis migrasi yang telah menjadi perhatian global selama bertahun-tahun. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa keberhasilan tim ini sangat tergantung pada komitmen politik dari semua negara anggota dan dukungan dari seluruh masyarakat internasional.

 

Rencananya, tim khusus akan menyusun laporan awal dalam waktu enam bulan dan menyajikannya pada Sidang Umum PBB tahun depan. Laporan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar bagi kebijakan dan langkah-langkah global dalam menangani permasalahan migrasi.