BRUSSEL, 29 MARET 2026 (BBC) – Sebanyak 35 negara anggota Organisasi untuk Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) mengumumkan bahwa mereka akan melepaskan cadangan minyak strategis sebesar total 60 juta barel sebagai tanggapan terhadap gangguan pasokan energi global yang semakin memburuk. Keputusan ini diambil dalam rapat menteri energi yang berlangsung di Brussel, Belgia.
Menteri Energi Uni Eropa menyampaikan bahwa langkah ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga minyak di pasar global dan mencegah terjadinya krisis energi yang lebih parah. “Kita perlu bekerja sama untuk memastikan bahwa pasokan energi tetap terjaga dan harga tetap terjangkau bagi masyarakat,” ujarnya.
Krisis energi global ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk konflik di Timur Tengah yang mengganggu produksi dan ekspor minyak, serta peningkatan permintaan energi seiring dengan pemulihan ekonomi global pasca pandemi. Beberapa negara juga telah mengumumkan rencana untuk meningkatkan investasi dalam energi terbarukan sebagai langkah jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil.
Para ahli menyatakan bahwa pelepasan cadangan minyak strategis ini dapat memberikan kelegaan
